UAJY
Berita Serba-serbi

Inilah Sejarah Hari Ulang Tahun Jogja #HUT263Jogja

SHARE DI
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Yogyakarta / Jogja 7 Oktober 2019 merayakan ulang tahunnya yang ke-263. Hampir seluruh warga masyarakat ikut merayakannya. Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tanggal berapa berdirinya Yogyakarta.
Setelah dilakukan study sejarah oleh beberapa ahli, diambil kesepakatan tanggal 07 Oktober sebagai hari ulang tahun Yogyakarta. Walikota Yogyakarta pada saat itu, Bapak Herry Zudianto berusaha menggali kembali sejarah berdirinya kota ini.

“Sebenarnya tidak ada yang tahu persis tanggal berdirinya Kota Yogyakarta ini, tetapi berdasarkan sejarah dan masukan pada ahli akhirnya ditetapkan serta disepakati bersama bahwa tanggal 7 Oktober adalah HUT Kota ini,” tandas Herry dalam satu kesempatan. dikutip dari Republika.

Jenak Homestay

Lalu, seperti apa sejarah berdirinya Yogyakarta dari awal mula? Yogyakarta didirikan pertama kali oleh Pangeran Mangkubumi. Beliau merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering disebut dengan Palihan Nagari .

Palihan Nagari inilah yang menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggu pembangunan fisik kraton.

Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta.

Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.

Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi.

Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap. Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004.

Selamat ulang tahun ke 263 Yogyakarta tercinta. Semoga tetap berhati nyaman.

Sumber > Republika

Inilah Rangkaian Perayaan HUT ke-263 Kota Jogja 1-31 Oktober 2019

available

  •  
    9
    Shares
  • 9
  •  
  •  
CLOSE
CLOSE